Selasa, 28 Maret 2017

Perkenalkan, Si Buntut Tikus!

Anggrek buntut tikus adalah salah satu contoh kekayaan alam pulau kalimantan. Anggrek endemik kalimantan ini merupakan anggrek dari genus Paraphalaenopsis (dalam perdagangan biasa disingkat Prphln.).

Anggrek epifit ini pada dasarnya mudah untuk dipelihara. Anggrek yang menyukai cahaya terang dan suhu hangat ini bisa di tanam pada media sabut kelapa yang sudah di rendam untuk menghilangkan kandungan taninnya, atau diikat pada batang pohon yang memiliki tekstur kasar.
 
Paraphalaenopsis, "almost a Phalaenopis"

Paraphalaenopsis merupakan genus yang dipecah dari Phalaenopsis. Walau secara morfologis mirip, namun karena daunnya yang berbeda yang berbentuk silinder dan panjang menyerupai ekor tikus, yang membuat species-species genus ini disebut "anggrek buntut tikus. Perbedaan lain adalah petal bunganya, serta perbungaannya.

Sampai saat ini Genus ini hanya beranggotakan 4 species yaitu Paraphalaenopis denevei, Paraphalaenopsis laycockii, Paraphalaenopsis labukensis dan Paraphalaenopsis serpentilngua. Tercatat 1 hibrida alami yaitu Paraphalaenopsis × thorntonii [ persilangan P. denevei × P. serpentilingua ] namun datanya belum dapat di konfirmasi (Wikipedia).


P. denevei (J.J. Sm.) A.D. Hawkes 1963
Orchidspecies.com

P. laycockii (M.R. Hend.) A.D. Hawkes 1963
Orchidspecies.com

P. serpentilingua (J.J. Sm.) A.D. Hawkes 1963
Orchidspecies.com

P. labukensis [P.S. Shim] A. Lamb & C.L. Chan. 1981

Orchidspecies.com
..

Phalaenopsis x thorntonii : Hibrida alami
Royal Botanic Gardens, Kew

Perlu keseriusan dan perhatian dari kita semua untuk dapat menjadikan species-species anggrek ini sebagai kekayaan alam Indonesia. Perbatasan darat dengan Malaysia misalnya, menyebabkan perpindahan jenis ini sangat mudah. Apalagi Malaysia termasuk serius dalam membudidayakan jenis-jenis anggrek alam untuk keperluan komersial. P. denevei yang berasal dari Kab.Sintang contohnya, hampir tidak bisa ditemukan lagi dihabitat aslinya. Pembukaan hutan dan penjarahan jenis-jenis anggrek yang tidak terkontrol mengakibatkan banyak anggrek alam kalimantan terancam keberadaannya.

Referensi

- Kompas.com : Anggrek Ekor Tikus Mulai Langka;
- Orchidspecies.com: indexp-pf  
- Paraphalaenopsis x
- Wikipedia.com

Selasa, 24 Mei 2016

Bromheadia finlaysoniana (Lindl.) Miq. 1859

Bunga


Anggrek terestrial. Penyebarannya luas, dapat ditemukan di Thailand, Laos, Cambodia, Vietnam, Malaysia, Indonesia, New Guinea dan Philippina, Queensland Australia

Tumbuh pada daerah yang berair, biasanya dekat dengan aliran sungai, di padang terbuka dan hutan berbukit ringan, pada ketinggian 0-200 meter.

Tanaman dapat tumbuh 1 sampai 1,5 meter. daun kaku berukuran 100–150 mm x 20–30 mm yang tumbuh berseling sepanjang batang yang muncul dari rimpang merayap. Bunga-bunga, memiliki interior putih dan kuning dengan ungu muda untuk eksterior merah muda-ungu. Bunga muncul antara Juni sampai Maret. Bunga jarang bercabang, terbuka lebar dan besar, berumur singkat hanya mekar pada siang hari. Penyerbukan oleh serangga.

Penggunaan
Dalam pengobatan tradisional akarnya direbus dan air rebusannya diminum untuk pengobatan rematik dan gangguan persendian.

Klasifikasi Ilmiah:
Ordo : Asparagales
Family : Orchidaceae
Subfamily : Epidendroideae
Suku : Vandeae
Anak Suku : Adrorhizinae
Genus : Bromheadia
Spesies : B. finlaysoniana
Binomial name : Bromheadia finlaysoniana (Lindl.) Miq.

Synonims:[1]
Bromheadia finlaysoniana var. palustris (Lindl.) J.J.Sm. 1911;
Bromheadia finlaysoniana var. sylvestris [Ridl.] Holttum 1953;
Bromheadia palustris Lindl. 1841;
Bromheadia palustris var. papuana J.J.Sm. 1909;
Bromheadia sylvestris Ridl. 1891;
Coelogyne caulescens Griff. 1851
Bromheadia pulchra Schltr.
Bromheadia venusta T.E.Hunt
Grammatophyllum finlaysonianum Lindl. 1833.(basionym)

Tanaman

Foto samping



Referensi:
Wikipedia
Pfahl, Jay, IOSPE PHOTOS Bromheadia finlaysoniana (Lindl.) Miq. 1859
Kruizinga, J., H.J. van Scheindelen, and E.F. de Vogel. 1997. Revision of the genus Bromheadia (Orchidaceae). Orchid Monographs, 8: 79-118, figures 29-55, plates 4b-5b.
Jones, D.L. 2006. A Complete Guide to Native Orchids of Australia, Including the Island Territories. New Holland Publishers, Frenchs Forest, N.S.W. 2086 Australia. p. 353. ISBN 1-877069-12-4.
Beasley, J. 2009. Plants of Cape York: The Compact Guide. John Beasley, Kuranda, Qld., Australia. p. 166. ISBN 978-0-9806863-0-2.







Rabu, 02 September 2015

Dendrobium anosmum Lindl. (1845)

Bunga Dendrobium anosmum

Anggrek epifit, tersebar luas di Asia tenggara dari Sri Lanka sampai New Guinea, termasuk Indochina, Indonesia, Philippina, dan sebagainya.

Synonyms :

* Dendrobium superbum Rchb.f. (1861)
* Callista anosma (Lindl.) Kuntze (1891)
* Dendrobium superbum var.giganteum Rchb.f.
* Epidendrum caninum Burm.f. (1768)
* Dendrobium macrophyllum Lindl. (1839)
* Dendrobium retusum Llanos (1859)
* Dendrobium macranthum Miq. (1859)
* Dendrobium superbum var. huttoniiRchb.f. (1869)
* Dendrobium scortechinii Hook.f. (1890)
* Dendrobium superbum var. dearei Rolfe (1891)
* Callista scortechinii (Hook.f.) Kuntze (1891)
* Dendrobium leucorhodum Schltr. (1912)
* Dendrobium caninum (Burm.f.) Merr. (1921)
* Dendrobium anosmum var. dearei (Rolfe) Ames & Quisumb. (1935)
* Dendrobium anosmum var. huttonii (Rchb.f.) Ames & Quisumb. (1935)




Bulbophyllum pulanense Yudistira, Kurniawan & Mustaqim, 2022

Section Beccariana Distribution: Merupakan anggrek endemik dari Propinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu. Ecology: Hutan dataran r...