SECTION Eulophia
Nama Umum :
Anggrek Bawang Hantu (Indonesia); Chinese Crown Orchid / The Grass-Leafed Eulophia (US), imone-yagara (Japan), Mei Guan Lan (China), Chang Phasom Khlong (Thailand).
Penyebaran meliputi China (Provinsi Anhui, Guangdong, Guangxi, Guihou, Hainan dan Yunnan), Taiwan, Assam, Bangladesh, India, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Laos, Myanmar, Cambodia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Borneo, Malaysia, Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Philippina.
Anggrek terestrial yang tumbuh diantara rerumputan yang ternaungi pada hutan pegunungan di ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut. Berukuran kecil sampai besar. Menyukai temperatur panas sampai dingin. Dapat tumbuh juga pada ekosistem yang terganggu.
Memiliki pseudobulb berukuran besar yang berada dibawah tanah dengan batang yang berdaun atau hanya perbungaan. Daun berjumlah 7, linear, acute, daun bagian tengah lebih lebar dibanding yang lain. Berbunga pada September - Nopember. Perbungaan muncul dari dasar pseudobulb, sepanjang 90 cm, bercabang, hijau keabuan, jarak antar kuntum jarang, dengan jumlah bunga yang banyak, bunga mekar bergantian, dan bertahan lama. Bunga berukuran 3 cm. Buah berbentuk kapsul, panjang 3 cm.
Di Amerika, anggrek ini dianggap berpotensi sebagai tanaman invasif. Dengan penyebaran oleh angin, atau pemindahan tanah yang mengandung psudobulb.
Synonyms Eulophia decipiens Kurz 1876; Eulophia gusukumai Masam. 1934; Eulophia inconspicua Griff. 1851; Eulophia ramosa Hayata 1911; Eulophia ucbii Malhotra & Balodi 1984 publ. 1985; Eulophia venusta Schltr. 1919; Graphorchis decipiens (Kurz) Kuntze 1891; Graphorchis graminea (Lindl.) Kuntze 1891; Graphorchis inconspicua (Griff.) Kuntze 1891
Sumber :
IOSPE - Eulophia graminea
North American Orchid Conservation Center
UF-IFAS - Eulophia graminea
Sabtu, 30 Desember 2017
Sabtu, 14 Oktober 2017
Gastrochilus R. Br 1810
Anggrek Hantu
Synonim : Gamoplexis Falc. 1874
Nama Ilmiah : Gastrodia - merujuk pada sisi sepal-nya yang menonjol;
Nama Daerah : Anggrek Hantu (Ina) / Ghost orchid - merujuk pada sifat hidupnya yang menyukai gelap; Potato orchid - karena memiliki tuber.
Genus beranggota 64 species, yang tidak memiliki klorofil, mycoheterotrophic terestrial, tumbuh pada bahan organik yang melapuk.
Penyebaran meliputi India sampai Asia Tenggara dan Malaysia, Kepulauan Pasifik sampai ke Australia dan New Zealand.
Berbeda dengan kebanyakan genus dari famili Orchidaceae, Gastrodia memilki sepal dan petal yang bergabung membentuk tabung pada bagian bibir dan "column", bagian luarnya kasar ber-"kutil", butiran polina besar.
Penggunaan
Gastrodia elata (Tian ma) digunakan dalam pengobatan tradisional Cina untuk mengobati hipertensi, memperbaiki peredaran darah dan mengurangi sakit kepala.
Referensi:
E-natural Health Center
Gastrodia elata - Chinese Herbs Healing
Gastrodia - Wikipedia
IOSPE
New 'ghost' orchid species discovered on Java - The Jakarta Post, Sept 20, 2017
The Plant List
Synonim : Gamoplexis Falc. 1874
Nama Ilmiah : Gastrodia - merujuk pada sisi sepal-nya yang menonjol;
Nama Daerah : Anggrek Hantu (Ina) / Ghost orchid - merujuk pada sifat hidupnya yang menyukai gelap; Potato orchid - karena memiliki tuber.
Genus beranggota 64 species, yang tidak memiliki klorofil, mycoheterotrophic terestrial, tumbuh pada bahan organik yang melapuk.
Penyebaran meliputi India sampai Asia Tenggara dan Malaysia, Kepulauan Pasifik sampai ke Australia dan New Zealand.
Inflorescence Gastrodia bambu. Foto The Jakarta Post |
Bunga gastrodia bambu. Foto The Jakarta Post |
Berbeda dengan kebanyakan genus dari famili Orchidaceae, Gastrodia memilki sepal dan petal yang bergabung membentuk tabung pada bagian bibir dan "column", bagian luarnya kasar ber-"kutil", butiran polina besar.
Penggunaan
Gastrodia elata (Tian ma) digunakan dalam pengobatan tradisional Cina untuk mengobati hipertensi, memperbaiki peredaran darah dan mengurangi sakit kepala.
Rizome Gastrodia elata. Foto e2121.com |
Referensi:
E-natural Health Center
Gastrodia elata - Chinese Herbs Healing
Gastrodia - Wikipedia
IOSPE
New 'ghost' orchid species discovered on Java - The Jakarta Post, Sept 20, 2017
The Plant List
Jumat, 30 Juni 2017
Bulbophyllum Thoars. 1822
Bulbophyllum, beranggota sekitar 1800 spesies menjadikannya genus terbesar dari family orchidaceae. Banyaknya jenis menyebabkan karakteristik umum tidak bisa dibedakan secara jelas. Bahkan bulbophyllum telah dipecah menjadi beberapa section atau sub-genus oleh beberapa ahli. Beberapa peneliti bahkan menjadikan beberapa section menjadi genus tersendiri. Contoh yang paling dikenal adalah genus "Cirrhopetalum" yang di sahkan oleh Lindley pada tahun 1924. Holttum bahkan mengakui bahwa deskripsi Bulbophylum pada bukunya adalah tidak sempurna.
Bulbophyllum pertama kali dideskripsikan oleh Louis-Marie Aubert du Petit-Thouars dalam bukunya "Histoire particulière des plantes orchidées recueillies sur les trois Iles Australes d’Afrique, de France, de Bourbon et de Madagascar", yang mendeskripsikan 17 spesies Bulbophyllum.
Bulbophyllum berasal dari bahasa Latin bulbus(=bulb) dan bahasa Yunani phyllon (=daun), merujuk pada daun yang tumbuh pada bagian atas pseudobulbnya. Secara botani, Bulbophyllum berhubungan dengan Dendrobium dan Eria. Tak jarang ketiga genus ini ditemukan pada inang yang sama. Pusat keanekaragaman genus ini adalah di pegunungan Papua New Guinea (sekitar 600 spesies), namun tersebar juga di Australia, Asia (mencapai 200 jenis di Kalimantan), India, Madagascar, Afrika dan Amerika.
Karakteristik umum Bulbophyllum adalah single-noded pseudobulb, perbungaan yang tumbuh dari dasar pseudobulb dan bibir yang dapat bergerak. Sifat tumbuh Bulbophyllum bervariasi dari epifit sampai litofit.
Reference :
Internet Orchid Species Photo Encyclopedia, diakses 25 Juni 2017.
Teo, Christ K.H., Native Orchids of Penisular Malaysia, Singapore, Times Media Private Limited, 2001.
Wikipedia.org diakses 30 Juni 2017
Bulbophyllum pertama kali dideskripsikan oleh Louis-Marie Aubert du Petit-Thouars dalam bukunya "Histoire particulière des plantes orchidées recueillies sur les trois Iles Australes d’Afrique, de France, de Bourbon et de Madagascar", yang mendeskripsikan 17 spesies Bulbophyllum.
Bulbophyllum berasal dari bahasa Latin bulbus(=bulb) dan bahasa Yunani phyllon (=daun), merujuk pada daun yang tumbuh pada bagian atas pseudobulbnya. Secara botani, Bulbophyllum berhubungan dengan Dendrobium dan Eria. Tak jarang ketiga genus ini ditemukan pada inang yang sama. Pusat keanekaragaman genus ini adalah di pegunungan Papua New Guinea (sekitar 600 spesies), namun tersebar juga di Australia, Asia (mencapai 200 jenis di Kalimantan), India, Madagascar, Afrika dan Amerika.
Karakteristik umum Bulbophyllum adalah single-noded pseudobulb, perbungaan yang tumbuh dari dasar pseudobulb dan bibir yang dapat bergerak. Sifat tumbuh Bulbophyllum bervariasi dari epifit sampai litofit.
Reference :
Internet Orchid Species Photo Encyclopedia, diakses 25 Juni 2017.
Teo, Christ K.H., Native Orchids of Penisular Malaysia, Singapore, Times Media Private Limited, 2001.
Wikipedia.org diakses 30 Juni 2017
Jumat, 05 Mei 2017
Malleola inflata Metusala & P.O.Byrne 2013
Bunga |
Anggrek epifit yang batangnya dapat mencapai panjang lebih dari 11 cm. Tangkai perbungaan mencapai 8 cm, muncul menggantung dari sela-sela pelepah daun dan membawa 8-44 kuntum bunga yang mekar secara simultan. Bunga berukuran kecil dengan tinggi 8-9 mm dan lebar 6-7.5 mm, berwarna krem cerah dengan corak garis jingga pada kelopak (sepal) dan mahkota (petal)-nya.
Morfologi anggrek ini dekat dengan Malleola punctata dan Malleola aberrans, perberbedaan terutama pada bentuk bagian bibir bunganya yang menggembung, bentuk dan ukuran tugu bunga (column), serta arah ujung kalus “cula” di bagian pangkal cuping tengah bibir bunganya.
Drawing |
Anggrek ini mampu berbunga sepanjang tahun dan perbungaan dapat bertahan mekar selama 2-3 minggu.
Spesies ini ditemukan lewat proses pembelajaran dari spesimen hidup yang ditanam di Kebun Raya Purwodadi. Anggrek bercula ini dikoleksi pertama kali dari wilayah Kalimantan Barat pada tahun 2006. Penemuan bunga ini dipublikasikan di jurnal internasional Malesian Orchid Volume 11 yang terbit akhir Februari 2013.
Referensi
1 Abdi Purnomo; Ada Anggrek Bercula di Kalimantan Barat; Tempo.co; 1 maret 2013
Kamis, 04 Mei 2017
Paphiopedilum lunatum Metusala 2017
Family: Orchidaceae, Subfamily: Cypripedioideae, Genus: Paphiopedilum Pfitzer, Subgenus: Sigmatopetalum, Section: Barbata
Nama spesies ini berasal dari kata latin 'lunatus' yang berarti bulan sabit, merujuk pada bentuk staminodium-nya yang menyerupai bentuk bulan sabit.
Anggrek terestrial yang tumbuh alami di tanah berserasah pada habitat berupa hamparan semak hingga hutan berlereng pada ketinggian 1300-1600 mdpl.
Perbungaan yang tegak dengan satu kuntum bunga mekar per batang. Panjang tangkai bunga mencapai 28-40 cm. Bunga relatif besar dengan ukuran tinggi 9-10,5 cm dan lebar 8-10 cm. Secara utuh, bunga jenis anggrek ini memiliki kombinasi warna yang cukup mencolok. Kelopak dorsalnya berwarna putih krem dengan pola urat kehijauan. Mahkota bunga membentang berwarna hijau hingga hijau-kekuningan dari pangkal hingga tengah, sedangkan pada bagian tengah hingga ujung berwarna merah-jambu keunguan. Bibir bunga berbentuk kantung berwarna coklat kehijauan hingga semburat kemerahan. Staminodium berbentuk bulan sabit dengan ujung lobus samping runcing3 Berbunga pada bulan Oktober-November1
Oleh Destario Metusala, telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah Edinburgh Journal of Botany pada pertengahan Maret 2017.
Referensi
1 TWO NEW SPECIES OF PAPHIOPEDILUM ORCHIDACEAE CYPRIPEDIOIDEAE SECTION BARBATA FROM SUMATRA INDONESIA Destario Metusala, pdf
2 Dua Anggrek Berbibir Cantik Ditemukan di Hutan Aceh, Inilah Wajahnya, Yunanto Wiji Utomo, Kompas.com, 12 April 2017
3 Peneliti LIPI Temukan Dua Spesies Baru Anggrek, Purwodadi, Humas LIPI, 2017
Paphiopedilum lunatum in situ Aceh-Sumatera Doc. Desrio Metusala |
Nama spesies ini berasal dari kata latin 'lunatus' yang berarti bulan sabit, merujuk pada bentuk staminodium-nya yang menyerupai bentuk bulan sabit.
Anggrek terestrial yang tumbuh alami di tanah berserasah pada habitat berupa hamparan semak hingga hutan berlereng pada ketinggian 1300-1600 mdpl.
Perbungaan yang tegak dengan satu kuntum bunga mekar per batang. Panjang tangkai bunga mencapai 28-40 cm. Bunga relatif besar dengan ukuran tinggi 9-10,5 cm dan lebar 8-10 cm. Secara utuh, bunga jenis anggrek ini memiliki kombinasi warna yang cukup mencolok. Kelopak dorsalnya berwarna putih krem dengan pola urat kehijauan. Mahkota bunga membentang berwarna hijau hingga hijau-kekuningan dari pangkal hingga tengah, sedangkan pada bagian tengah hingga ujung berwarna merah-jambu keunguan. Bibir bunga berbentuk kantung berwarna coklat kehijauan hingga semburat kemerahan. Staminodium berbentuk bulan sabit dengan ujung lobus samping runcing3 Berbunga pada bulan Oktober-November1
Drawing; Doc. Desrio Metusala |
Oleh Destario Metusala, telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah Edinburgh Journal of Botany pada pertengahan Maret 2017.
Referensi
1 TWO NEW SPECIES OF PAPHIOPEDILUM ORCHIDACEAE CYPRIPEDIOIDEAE SECTION BARBATA FROM SUMATRA INDONESIA Destario Metusala, pdf
2 Dua Anggrek Berbibir Cantik Ditemukan di Hutan Aceh, Inilah Wajahnya, Yunanto Wiji Utomo, Kompas.com, 12 April 2017
3 Peneliti LIPI Temukan Dua Spesies Baru Anggrek, Purwodadi, Humas LIPI, 2017
Paphiopedilum bungebelangi Metusala 2017
Family: Orchidaceae, Subfamily: Cypripedioideae, Genus: Paphiopedilum Pfitzer, Subgenus: Sigmatopetalum, Section: Barbata
Nama spesies diambil dari bahasa daerah Gayo di Aceh Tengah: kata 'bunge' berarti bunga dan 'belangi' yang artinya cantik atau indah.
Paphiopedilum bungebelangi, merupakan jenis anggrek terestrial yang tumbuh alami di tanah berserasah pada habitat berupa hutan berlereng pada ketinggian 1550-1650 mdpl1.
Perbungaan tegak dengan satu kuntum bunga mekar per batang. bunga sedikit lebih kecil dengan ukuran tinggi hingga 9 cm dan lebar bentangan 7-7,5 cm. Kombinasi warna bunga anggrek tersebut tidak terlalu mencolok, namun bentuk mahkotanya yang bergelombang sepanjang tepi membuat penampilannya sangat unik dan khas. Kelopak dorsal berwarna putih dengan pola urat hijau tegas. Mahkota bunga memanjang berwarna hijau muda kekuningan dengan pola garis-garis sejajar berwarna hijau tua. Bibir bunga berbentuk kantung berwarna coklat hingga merah marun. Staminodium berbentuk elips hingga menyerupai lingkaran dengan torehan cukup dalam di ujungnya3. Berbunga pada bulan Oktober - November1.
Oleh Destario Metusala, telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah Edinburgh Journal of Botany pada pertengahan Maret 2017.
Referensi
1 TWO NEW SPECIES OF PAPHIOPEDILUM ORCHIDACEAE CYPRIPEDIOIDEAE SECTION BARBATA FROM SUMATRA INDONESIA Destario Metusala, pdf
2 Dua Anggrek Berbibir Cantik Ditemukan di Hutan Aceh, Inilah Wajahnya, Yunanto Wiji Utomo, Kompas.com, 12 April 2017
3 Peneliti LIPI Temukan Dua Spesies Baru Anggrek, Purwodadi, Humas LIPI, 2017
Doc. Desrio Metusala |
Nama spesies diambil dari bahasa daerah Gayo di Aceh Tengah: kata 'bunge' berarti bunga dan 'belangi' yang artinya cantik atau indah.
Paphiopedilum bungebelangi, merupakan jenis anggrek terestrial yang tumbuh alami di tanah berserasah pada habitat berupa hutan berlereng pada ketinggian 1550-1650 mdpl1.
Perbungaan tegak dengan satu kuntum bunga mekar per batang. bunga sedikit lebih kecil dengan ukuran tinggi hingga 9 cm dan lebar bentangan 7-7,5 cm. Kombinasi warna bunga anggrek tersebut tidak terlalu mencolok, namun bentuk mahkotanya yang bergelombang sepanjang tepi membuat penampilannya sangat unik dan khas. Kelopak dorsal berwarna putih dengan pola urat hijau tegas. Mahkota bunga memanjang berwarna hijau muda kekuningan dengan pola garis-garis sejajar berwarna hijau tua. Bibir bunga berbentuk kantung berwarna coklat hingga merah marun. Staminodium berbentuk elips hingga menyerupai lingkaran dengan torehan cukup dalam di ujungnya3. Berbunga pada bulan Oktober - November1.
Drawing; Desrio Metusala |
Oleh Destario Metusala, telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah Edinburgh Journal of Botany pada pertengahan Maret 2017.
Referensi
1 TWO NEW SPECIES OF PAPHIOPEDILUM ORCHIDACEAE CYPRIPEDIOIDEAE SECTION BARBATA FROM SUMATRA INDONESIA Destario Metusala, pdf
2 Dua Anggrek Berbibir Cantik Ditemukan di Hutan Aceh, Inilah Wajahnya, Yunanto Wiji Utomo, Kompas.com, 12 April 2017
3 Peneliti LIPI Temukan Dua Spesies Baru Anggrek, Purwodadi, Humas LIPI, 2017
Selasa, 25 April 2017
Phalaenopsis bellina (Rchb.f.) Christenson 1995
Family : Orchidaceae; Subfamily : Epidendroideae; Genus : Phalaenopsis; Subgenus : Polychilos[2]; Species : P. bellina
Anggrek yang tersebar di kalimantan ini berukuran kecil, menyukai suhu panas. Tumbuh menjuntai pada cabang-cabang pohon yang memperoleh penyinaran berlimpah di hutan yang lembab, hutan rawa, sering ditemukan di pepohonan yang tumbuh di tepian sungai atau cabang pohon yang menjulur di atas sungai pada elevasi 2000 m.
Phalaenopsis bellina awalnya diklasifikasikan sebagai varietas dari Phalaenopsis violacea, namun karena perbedaan tempat tumbuh, akhirnya Phalaenopsis ini dijadikan species tersendiri.
Daun Phalaenopsis bellina tebal, sukulen, oval dan kadang bergelombang, Berwarna hijau muda sampai agak tua. Pertumbuhannya menjuntai kebawah sehingga lebih tepat ditanam dengan menggunakan rambatan dari pada menggunakan pot. Bunganya berbentuk bintang dengan warna ungu pada pangkal sepal dan petalnya. Berbau harum. Perbungaan muncul pada ketiak daun, dengan 2 - 3 bunga. Bunga masih dapat tumbuh pada perbungaan yang masih segar setelah bertahun-tahun, karena itu jangan memotong perbungaan yang masih tampak segar.[4]
Pemeliharaan
Phalaenopsis bellina menyukai cahaya dengan sedikit ternaungi, temperatur yang hangat dan sirkulasi udara yang baik. Penyiraman dilakukan hanya pada saat media tanam tampak kering. Media tanam juga harus dapat memastikan sirkulasi udara untuk perakaran yang baik.
Synonyms[3]
Phalaenopsis bellina f. bowringiana (Rchb.f.) Christenson 1995
Phalaenopsis bellina f. chloracea (Rchb.f.) O.Gruss & M.Wolff 2007
Phalaenopsis bellina f. murtoniana (Rchb.f.) Christenson 1995
Phalaenopsis bellina f. punctata (Rchb.f.) Christenson 1995
Phalaenopsis violacea var bellina Rchb.f 1884
Phalaenopsis violacea var chloracea Rchb.f 1884
Phalaenopsis violacea Borneo Variety
Phalaenopsis violacea var. bowringiana Rchb.f. 1884
Phalaenopsis violacea var. murtoniana Rchb.f. 1878
Phalaenopsis violacea var. punctata Rchb.f. 1884
Referensi:
1 IPNI
2 Orchidspecies.com
3 Plantlist.org
4 Wikipedia.com
Rabu, 05 April 2017
Dendrobium singkawangense J.J.Sm
Merupakan anggrek dataran rendah, tumbuh pada ketinggian 300 - 400 meter. Anggrek ini termasuk anggrek yang berukuran kecil, dan menyukai temperatur tinggi, tumbuh pada pohon-pohon di hutan berbukit atau pada pohon yang tumbuh pada ladang ilalang. Daunnya ditutupi oleh bulu hitam yang menjadi ciri khas anggrek-anggrek dendrobium dari section formosae.
Bunganya berukuran 3 cm, berbunga 3-4 kuntum pada perbungaan (1 - 2 cm) yang tumbuh pada pangkal daun. Bunganya termasuk tahan lama dan berwarna kekuningan.
Pemeliharaan
Anggrek ini dapat ditanam pada media arang dengan sedikit moss, atau sabut kelapa yang sudah dibuang 75% sponnya dan direndam untuk menghilangkan taninnya. Penyiraman dilakukan bila media sudah tampak kering.
Kesalahan
Banyak yang mengira anggrek ini sama dengan Dendrobium sinsuronense.
D. Singkawangense | D. sinsuronense | |
Altitude | 300 -400 m | diatas 900 m |
Bunga | Kekuningan | putih |
Photo. | ||
. | Orchidspecies.com | Orchidspecies.com |
Referensi :
- IOSPE PHOTOS Dendrobium singkawangense, Dendrobium sinsuronense
Selasa, 28 Maret 2017
Perkenalkan, Si Buntut Tikus!
Paraphalaenopsis, "almost a Phalaenopis"
Paraphalaenopsis merupakan genus yang dipecah dari Phalaenopsis. Walau secara morfologis mirip, namun karena daunnya yang berbeda yang berbentuk silinder dan panjang menyerupai ekor tikus, yang membuat species-species genus ini disebut "anggrek buntut tikus. Perbedaan lain adalah petal bunganya, serta perbungaannya.
Sampai saat ini Genus ini hanya beranggotakan 4 species yaitu Paraphalaenopis denevei, Paraphalaenopsis laycockii, Paraphalaenopsis labukensis dan Paraphalaenopsis serpentilngua. Tercatat 1 hibrida alami yaitu Paraphalaenopsis × thorntonii [ persilangan P. denevei × P. serpentilingua ] namun datanya belum dapat di konfirmasi (Wikipedia).
P. denevei (J.J. Sm.) A.D. Hawkes 1963 Orchidspecies.com |
P. laycockii (M.R. Hend.) A.D. Hawkes 1963 Orchidspecies.com |
P. serpentilingua (J.J. Sm.) A.D. Hawkes 1963 Orchidspecies.com |
P. labukensis [P.S. Shim] A. Lamb & C.L. Chan. 1981 Orchidspecies.com |
Phalaenopsis x thorntonii : Hibrida alami Royal Botanic Gardens, Kew |
Perlu keseriusan dan perhatian dari kita semua untuk dapat menjadikan species-species anggrek ini sebagai kekayaan alam Indonesia. Perbatasan darat dengan Malaysia misalnya, menyebabkan perpindahan jenis ini sangat mudah. Apalagi Malaysia termasuk serius dalam membudidayakan jenis-jenis anggrek alam untuk keperluan komersial. P. denevei yang berasal dari Kab.Sintang contohnya, hampir tidak bisa ditemukan lagi dihabitat aslinya. Pembukaan hutan dan penjarahan jenis-jenis anggrek yang tidak terkontrol mengakibatkan banyak anggrek alam kalimantan terancam keberadaannya.
Referensi
-
-
-
-
Langganan:
Postingan (Atom)
Bulbophyllum pulanense Yudistira, Kurniawan & Mustaqim, 2022
Section Beccariana Distribution: Merupakan anggrek endemik dari Propinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu. Ecology: Hutan dataran r...
-
Bunga Anggrek terestrial. Penyebarannya luas, dapat ditemukan di Thailand, Laos, Cambodia, Vietnam, Malaysia, Indonesia, New Guinea da...
-
Family : Orchidaceae ; Subfamily : Epidendroideae ; Genus : Phalaenopsis ; Subgenus : Polychilos [2] ; Species : P. bellina Anggre...
-
Anggrek buntut tikus adalah salah satu contoh kekayaan alam pulau kalimantan. Anggrek endemik kalimantan ini merupakan anggrek dari genus P...